AS Sebut Rusia Pasok Senjata untuk Taliban

Ilustrasi

WASHINGTON – Kepala pasukan AS di Afghanistan mengatakan jika Rusia mendukung dan bahkan memasok senjata ke militan Taliban.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan BBC, Jenderal John Nicholson mengatakan dia melihat “aktivitas destabilisasi oleh Rusia.”

Dia mengatakan senjata-senjata Rusia diselundupkan menyeberangi perbatasan Tajikistan ke Taliban, tetapi tidak bisa mengatakan berapa jumlahnya.

Namun Rusia membantah tuduhan-tuduhan AS dengan alasan kurangnya bukti.

Tapi klaim baru datang pada saat yang sensitif dalam hubungan Rusia dengan kekuatan NATO.

Inggris dan Rusia terkunci dalam sengketa klaim bahwa Rusia berada di belakang serangan terhadap mata-mata Rusia dan putrinya di tanah Inggris menggunakan agen saraf yang mematikan.

Sementara itu Komite Intelijen Kongres AS baru saja menerbitkan sebuah laporan yang menyimpulkan bahwa provokator Rusia ikut campur dalam pemilu 2016.

Sumber-sumber Afghanistan mengatakan senjata-senjata ini kemungkinan digunakan untuk melawan pasukan Afghanistan dan para penasihat NATO yang mendukung mereka dalam beberapa misi tempur.

Namun, Rusia bukanlah sekutu yang jelas dari Taliban. Uni Soviet berperang habis-habisan melawan mujahidin yang didukung AS setelah invasi ke Afghanistan pada tahun 1979. Banyak dari pejuang mujahidin yang sama bergabung dengan Taliban ketika dibentuk selama perang sipil yang mengikuti penarikan Rusia yang memalukan pada tahun 1989.

Sementara itu Presiden Trump telah menekan Pakistan untuk memutuskan hubungannya dengan Taliban. Pada bulan Januari ia menangguhkan ratusan juta dolar bantuan keamanan setelah mengeluh di Twitter bahwa Pakistan “tidak memberi kami apa-apa selain kebohongan dan penipuan” dan menuduhnya memberikan “tempat aman bagi para teroris yang kami buru di Afghanistan”.

Advertisement