
TIDAK tanggung-tanggung, Kongres Amerika Serikat menyetujui paket bantuan 61 miliar dollar AS (Rp989 triliun) yang sangat dinanti-nanti Ukraina di tengah invasi Rusia sejak 24 Feb. 2022.
“Disahkannya RUU tentang bantuan oleh parlemen AS akan mencegah perang meluas, menyelamatkan ribuan nyawa dan membantu kedua negara (AS dan Ukraina) menjadi lebih kuat, “ kata Presiden Ukraina Volodymiyr Zelenskyy (20/4).
Pembahasan terkait RUU tersebut sempat tertunda 1,5 tahun akibat beda pandangan di kalangan parlemen AS karena ada di antara mereka yang tidak setuju untuk mengucurkan bantuan besar-besaran yang diajukan F-Partai Demokrat yang mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Joe Biden pada Ukraina.
Di pihak lain, hanya dengan bantuan yang memadai terutama untuk pengadaan alusista canggih, Ukraina mampu bertahan dari gempuran mesin perang raksasa Rusia.
“Kami berharap RUU ini akan didukung oleh Senat dan dikirim ke meja Presiden AS Joe Biden. Terima kasih, Amerika!” ujar Zelenskyy seperti dikutip AFP
Anggaran militer Ukraina 2024 yang menurut Global firepower,hanya sekitar42 miliar dollar AS (sekitar Rp651 triliun atau menempati ranking ke12 dunia, sangat tidak sebanding dengan Rusia yang menempati urutan ke-3 dengan angaran militer 109 miliar dollar AS (setara Rp1.649 triliun).
Ukraina di awal-awal invasi Rusia hanya mengandalkan persenjataan warisan Uni Soviet seperti pesawat-pesawat tempur lawas MiG-29, Sukhoi SU-24 yang juga tidak seimbang jumlahnya dibandingkan Rusia yang mengoperasikan lebih 1.000 pesawat tempur atau tank-tank T-62 dan T-72 yang juga tergolong kuno.
Perlawanan Ukarina
Perlawanan Ukraina meningkat setelah aliran bantuan alutsista dari Barat terutama AS berdatangan, seperti tank-tank MIA1 Abrams (eks AS), Leopard (Jerman) dan Challenger (Inggeris), artileri jarak jauh HIMARS dan rudal-rudal anti tank a.l Javelin buatan AS.
Hasilnya, Ukraina mampu mencuri-curi kemenangan misalnya menghancurkan jembatan strategis Kerch (2023) antara Rusia dan wilayah Krimea yang dianekesasinya pada 2014 dan ditenggelamkannya kapal penjelajah kebanggaran Rusia Moskwa, April 2022.
Moril pasukan Ukraina yang mulai terpuruk akibat penundaan pasokan persenjataan dan amunisi terutama dari AS tentu akan meningkat lagi setelah parlemen AS mengesahkan RUU tentang bantuan tersebut.
Namun di sisi lain, meningkatnya perlawanan Ukarina tentu akan memperpanjang lamanya perang antara kedua negara bertetangga itu yang hari ini sudah memasuki hari ke-787 dan yang paling sewot dengan disahkannya bantuan kepada Ukraina tentu saja pihak Rusia yang menganggapnya hanya akan meningkatkan jumlah korban di Ukraina.
“Keputusan untuk memberikan bantuan ke Ukraina sudah diperkirakan dan dapat diprediksi,” kata jubir kepresidenan Rusia Dmitry Peskov seperti dilaporkan kantor berita negara TASS.
Sedangkan Jubir Kemlu Rusia, Maria Zakharova menuding bantuan AS untuk Ukraina sebagai dukungan langsung untuk “kegiatan teroris”. Selain untuk Ukraina DPR AS meloloskan Paket Bantuan dengan nilai total Rp 1.539 triliun untuk Israel dan Taiwan.
Sejauh ini sudah lebih serratus ribu personil kedua belah pihak tewas, belum termasuk yang luka-luka dan jutaan pengungsi UKraina yang menyebar di daratan Eropa akibat perang berkepanjangan yang sampai hari ini belum ada tanda-tanda mereda apa lagi stop.(berbagai sumber/ns)
,




