SURABAYA – Aswin Nugroho, seorang penyandang down syndrome sudah lima b ulan terakhir resmi jadi penjual kue kering di Surabaya, Jawa Timur.
Kue kering Aswin dijual sekitar Rp20 ribu per stoples kecil, dan dia bisa menjual seratusan stoples dalam sebulan.
Ibunda Aswin, Herawati Kartawinata, mengaku kue kering adalah jalan bagi Aswin berlatih mandir, sebuah kondisi yang amat sulit dicapai untuk anak dengan down syndrome.
Sejak menyadari anaknya down syndrome, perempuan 67 tahun itu merasa resah dan bertanya-tanya dalam hati masa depan anaknya mau dititipkan ke siapa? Sehingga sedari dulu dia selalu berusaha memandirikan Aswin.
“Saya dengan Aswin itu selisih 40 tahun, menurut logika umum saya akan akan berangkat duluan, ini yang membuat saya selalu resah,” tutur Hera kepada Arin Swandari, dari BBC News Indonesia.
Herawati dan Adi Supeno, suaminya pun membekali Aswin dengan pendidikan SLB, les musik, dan olahraga sehingga Aswin dapat menjadi seorang pianis sekaligus perenang.
Namun, Hera tersentak saat kerabatnya mengingatkan, musik dan olahraga sulit untuk menopang hidup Aswin.
Hera teringat, Aswin selalu antusias tatkala berada di toko kue dan melihat penjualnya menggunakan topi koki.
Ia lantas menawarkan Aswin belajar membuat kue kering. Sebulan pertama belajar, Aswin baru bisa membuat bulatan dengan sempurna. Perlu beberapa bulan bagi Aswin untuk membuat kue kering.
Ia mengaku terkejut ketika guru les Aswin bercerita padanya, Aswin sudah memperkenalkan diri sebagai penjual kue meski tak mampu menyampaikan harga kuenya
Hingga akhirnya kini Aswin berani menjual kue-kue kering hasil buatannya, sehingga membuatnya mampu hidup mandiri seperti layaknya orang-orang yang tidak memiliki kekurangan seperti dirinya.





