CARACAS – Seorang pejabat senior Venezuela telah mengkonfirmasi bahwa dua pesawat Rusia telah mendarat di negara itu setelah disetujui Presiden Nicolas Maduro.
Wakil presiden Partai Sosialis, Diosdado Cabello, Selasa (26/3/2019), mengatakan pesawat-pesawat itu berada di Venezuela karena mereka diizinkan oleh satu-satunya pemerintah yang ada di Venezuela, yakni pemerintah [Presiden] Nicolas Maduro.
Penekanannya pada pemerintah yang sah di Venezuela adalah karena seorang tokoh oposisi, Juan Guaido, telah menyatakan dirinya “presiden sementara” negara itu dan telah berusaha untuk menopang dukungan internasional untuk “pemerintah” miliknya sendiri.
Sputnik sebelumnya mengutip sumber diplomatik di Caracas yang mengatakan kepada agen baru Rusia bahwa sekelompok personel militer Rusia telah tiba di Venezuela untuk “konsultasi bilateral” terkait dengan kontrak pada kerjasama militer dan teknis.”
Seorang jurnalis independen Venezuela, Javier Mayorca, juga menulis dalam pesan Twitter bahwa pesawat kargo Angkatan Udara Rusia Antonov-124 dan jet yang lebih kecil, tampaknya Ilyushin Il-62, telah mendarat di negara itu pada hari Sabtu.
Mayorca mengklaim pesawat itu membawa sekitar 100 tentara Rusia yang dipimpin oleh Jenderal Vasily Tonkoshkurov, kepala Direktorat Mobilisasi angkatan bersenjata Rusia, dan menurunkan 35 ton peralatan.





