
HUJAN dengan intensitas tinggi diperkirakan bakal melanda sebagian besar wilayah Indonesia hingga 26 Januari bersamaan dengan puncak pasang laut akibat fenomena bulan super.
Untuk itu, BMKG mengingatkan segenap instansi pemangku kepentingan terkait bencana dan masyarakat terutama yang tinggal di pesisir pantai untuk mewaspadai ancaman banjir dan rob serta gelombang pasang.
Sebelumnya BMKG juga mengingatkan, akan terjadi kondisi pasang maksimum permukaan laut akibat fenomena supermoon dimana posisi perigee atau jarak terdekat bulan terhadap bumi.
Pada jarak terdekat antara bulan dan bumi tersebut, sinar bulan yang merupakan pantulan sinar matahari menjadi lebih kuat intensitasnya sehingga berpotensi meningkatkan pasang laut atau dikenal sebagai purnama perigee.
Fenomena tersebut terjadi akibat terjadinya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia di bagian selatan Jawa dan sejumlah sirkulasi angin yang membentuk area pertemuan angin, membentang dari wilayah perairan barat Sumatera, Jawa hingga Laut Banda.
Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putera seperti dikutip Kompas (22/1) menyebutkan potensi hujan lebat di wilayah Semarang bagian selatan sangat tinggi yakni 150 mm per hari.
Selain wilayah pantura, lanjutnya, potensi intensitas hujan yang tinggi juga terjadi di hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dan P. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan juga di pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Belitung.
Menurut BMKG, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Banjir Rob
Sementara Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetya mengemukakan, berdasarkan analisis terhadap intensitas curah hujan dan potensi tingginya pasang, sejumlah wilayah telah dipetakan sangat rentan banjir rob.
Wilayah Pulau Jawa yang paling rentan, menurut dia, yakni yang menjadi langganan banjir dan penurunan tanah seperti Semarang, sedangkan di luar Jawa adalah wilayah pesisir yang terdampak pasang tinggi yakni Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat.
Selain banjir dan rob maksimal, Kabag Humas BMKG Taufan Maulana juga mengingatkan, gelombang tinggi (empat sampai enam meter) berpotensi bakal terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Makasar bagian selatan dan perairan barat Sulawesi Selatan.
Sedangkan gelombang sekitar 2,5 hingga empat meter berpeluang melanda Aceh, Samudera Hindia barat Aceh, perairan barat Kep. Nias hingga Mentawai, perairan P. Enggano hingga barat Lampung, Selat Sunda selatan dan Samudera Hindia barat Sumatera.
Dengan kesiapan yang lebih baik, diharapkan potensi risiko, baik nyawa manusia dan harta benda bisa ditekan sekecil mungkin.




