Awas!, Cacing dalam Kaleng Sardencis

27 merk dari 66 merk ikan sarden kemasan yang beradar di pasaran mengandung larva cacing yang sudah mati. Konsumen diminta lebih berhati-hati.

ENTAH apa yang dirasakan oleh para penggemar kuliner olahan ikan berukuran kecil dalam kaleng bernama sardencis (mackerel) yang beritanya dihebohkan karena mengandung parasit cacing.

Tidak tanggung-tanggung, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengumumkan (29/3), seluruhnya 27 merk terdiri dari 16 produk impor dan 11 produk dalam negeri ikan dalam kaleng ditemukan parasit cacing mati.

BPOM menemukan, 138 batch dari 541 sampel ikan sardencis (mackerel) dalam kemasan kaleng dari 66 merk yang diperiksa, positif terbukti mengandung parasit cacing.

Baik produk bermerk lokal mau pun impor sama-sama menggunakan baku ikan mackerel dari China. Sarden yang merupakan nama lain ikan mackerel diduga berasal dari Pulau Sardinia di kawasan Mediteranea.

Sardencis adalah makanan dalam kaleng yang semula dibawa oleh penjajah Belanda, namun kemudian menjadi menu sehari-hari di banyak tempat di Indonesia, khususnya sebagai lauk “instant”, cukup dipanaskan sebelum disantap.

Ketua BPOM Penny K. Lukito berjanji akan memperluas uji produk ikan mackerel kalengan terutama yang bahan bakunya berasal dari China dan akan menginformasikan temuan tersebut kepada otoritas di negara itu.

Tarik dan Musnahkan
BPOM juga telah menginstruksikan importir dan produsen ikan dalam kaleng yang mengandung parasit cacing untuk menarik dan memusnahkan produknya dalam satu bulan.

Di pihak lain,Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak BPOM untuk menemukan penyebab adanya temuan parasit cacing itu.

Tidak diketahui berapa kerugian yang dialami produsen maupun importir ikan kaleng akibat temuan itu karena sejumlah pasar swalayan mengembalikan produk yang mereka beli dan menolak memasarkannya.

Menurut catatan kesehatan, parasit cacing jenis anisakis sp mati yang ditemukan pada sampel 27 merk tersebut bisa mengakibatkan alergi.

Namun jika tertelan dalam kondisi hidup, larva cacing anisakis sp bisa menempel di lambung atau usus halus yang bisa membuat nyeri perut, mual dan muntah serta diare berdarah. Alergi yang ditimbulkannya juga bisa berakibat fatal.

Sambil menanti aman, mari ikuti seruan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudiastuti untuk mengonsumsi ikan segar yang lebih menyehatkan.
Jika tidak, awas, nanti ditenggelamkan! (nanang s).

Advertisement