AWAS! Covid-19 Melonjak Lagi

Kasus paparan dan kematian akibat Covid-19 terus merambat naik lagi sejak akhir Oktober. '22. Pada 3 Nov. tercatat 4.951 kasus baru dengan 42 kematian. Waspada!

ANGKA  pertambahan kasus paparan dan kematian harian akibat Covid-19 melonjak lagi sejak sekitar pertengahan Oktober di tengah makin longgarnya kepatuhan masyarakat terhadap prokes.

Kasus paparan Covid-19 naik empat hari terakhir berturut-turut dari 2.457 kasus (31/10), lalu 4.707 kasus (1/11), 4.873 kasus (2/11), dan 4.951 kasus (3/11).

Berarti terjadi kenaikan kasus harian sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan sejak periode sejak sekitar pekan ketiga September hingga pekan ketiga Oktober yang berada pada kisaran 1.000 sampai 2.000 kasus per hari.

Begitu pula dengan angka kematian yang pada awal sampai 23 Oktober paling tinggi 20 orang per hari, naik sampai 42 kasus dalam periode 29 Okt. hingga 3 November.

Ketua Satgas Penanganan Covid Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengemukakan,peningkatan kasus Covid-19 ditengarai terjadi akibat makin longgarnya kepatuhan terhadap prokes 3M terutama pengenaan masker wajah di ruang tertutup, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan disinfektan sesering mungkin.

Menurut catatan, hanya sebagian jamaah masjid-masjid  yang masih mengenakan masker. Kurang lebih sama jumlahnya antara yang memakai dan tidak, sementara pertemuan-pertemuan antarkerabat, teman sekerja atau rekan,  baik di rumah-rumah, warung atau café juga sudah berjalan normal.

Namun demikian, menurut Erlina, lonjakan kasus Covid-19 akhir akhir ini belum tentu akibat munculnya subvarian baru Omicron XBB , mengingat berdasarkan hasil pengurutan genom (whole genom secuencing (WSG), di Indonesia sejauh ini baru ditemukan 12 kasus.

Sementara cakupan program vaksinasi di Indonesia sampai  November tercatat 87,4 persen atau  205 juta penduduk untuk dosis pertama, 73,2 persen atau sekitar 171,9 juta orang dosis kedua.

Untuk vaksin dosis ketiga sejauh ini  sudah mencapai 23,76 persen atau 65 juta orang. Program  vaksinasi untuk menciptakan kekebalan massal (herd immunity) disasar untuk 234,6 juta penduduk Indonesia.

Sayangnya, program vaksinasi untuk dosis ketiga berjalan lambat akibat kurangnya stok vaksin, tercermin dari peningkatan vaksinasi hanya satu persen selama September dan Oktober akibat terhentinya layanan vaksinasi di sejumlah fasyankes.

Gencarkan lagi vaksinasi dan juga kepatuhan  terhadap prokes!

 

 

 

 

 

Advertisement