Awas ‘Hoax’ Soal Gempa Garut

Ilustrasi

GARUT – Pascagempa bumi sebesar 6,1 Skala Richter pada Rabu 6 April 2016 pukul 21.45, banyak berita hoax (bohong) yang beredar di dunia maya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut memastikan belum ada laporan kerusakan akibat gempa yang berlokasi di 8.30 lintang selatan, 107.32 bujur timur dan berpusat di 101 kilometer barat daya Garut dengan kedalaman 10 kilometer.

Salah satu informasi bohong yang beredar, yaitu beredar foto jalan retak cukup besar pascagempa. Disebutkan, amblesan jalan itu terjadi di sebuah jalan di Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

“Bohong itu mah… enggak benar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria melalui Kasi Rekonstruksi Dudi Iskandar, Kamis 7 April 2016. Dia membenarkan adanya pergerakan tanah tersebut yang terjadi pada Selasa (5/4/2016) dan sudah ditangani. Lokasinya berada di Kampung Amlong, Kecamatan Cihurip.

Dia menegaskan, retakan tanah yang terjadi di Kampung Amlong bukan diakibatkan gempa bumi di barat daya Garut. “Itu akibat pergerakan tanah di Kampung Amlong dan sudah ditangani,” tutur Dudi- PR

Advertisement