Awas Polio!

Ilustrasi vaksinasi Polio. Indonesia yang sudah dinyatakan bebas Polio sejak 2014, kini muncul lagi akibat menurunnya kegiatan imunisasi penyakit akibat virus tersebut. Kb. Pidie, AChe dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.

PANDEMI Covid-19 belum juga mereda dan beranjak menuju endemi, bahkan beberapa pekan terakhir ini terjadi lagi lonjakan kasus akibat munculnya varian Omicron beserta sub-sub variannya, dan kini polio ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kab. Pidie, Prop. Aceh.

Indonesia sebenarnya sudah terbebas dari polio sejak 2014, namun menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rain Rondonuwu di Jakarta (19/11), rendahnya cakupan vaksinasi membuat penyakit akibat virus itu muncul lagi.

Satu kasus paparan polio terungkap pada anak usia tujuh tahun di Kab. Pidie, Aceh dengan gejala kelumpuhan total  kaki kiri. Dari hasil pemeriksaaan lab pada 10 Nov. 22, anak tersebut yang belum divaksinasi, positif terinfeksi virus polio liar tipe 2.

Berdasarkan catatan Kemenkes, 30 propinsi dan 415 kabupaten di seluruh Indonesia pada November 2022 masuk wilayah berisiko tinggi polio dimana peningkatan cakupan imunisasi polio melalui tetes (bOPV) dan suntik (IPC) perlu dilakukan.

Kekebalan komunitas atau herd immunity baru tercapai jika imunisasi menjangkau 90 persen penduduk, padahal cakupan OPV pada 2020 baru 86,8 persen, pada 2021 trn menjadi 80,2 persen, sedangkan cakupan IPV pada 2020 hanya 37,7 persen dan pada 2021 66,2 persen.

Maxi mengingatkan, temuan kasus polio di Pidie harus menjadi pembelajaran bagi seluruh wilayah, mengingat rendahnya cakupan imunisasi juga terjadi misalnya di sejumlah propinsi di Sumatera dan Papua.

Khususnya di propinsi terujung Barat NKRI, Aceh, cakupan imunisasi OPV dan IPV menurun dalam empat tahun terakhir ini dan makin turun lagi  di tengah pandemi Covid-19 yang membuat layanan terkendala selain rendahnya kesadaran para orang tua akan pentingnya imunisasi.

Dari survei cepat yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 rumah tangga di Pidie, hanya delapan dari 33 anak yang sudah menerima vaksin OPV lengkap  dan dari ke-33 anak tersebut, tidak satu pun yang mendapat vaksin IPF.

Selain takut mengenai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), para orang tua enggan memvaksinasi anaknya karena tidak paham manfaatnya.

Polia adalah penyakit akibat infeksi virus polio yang menyerang sistem syaraf dan bisa memicu lumpuh layu secara permanen. Virus masuk melalui mulut, lalu mereplikasi diri di dalam usus dan dapat menyebar di sekitar lingkungan melalui feces.

Gejala awal polio:  demam, sakit kepala, muntah, cepat lelah, kaku di leher dan nyeri tungkal.

Sebagai upaya pengendalian, lanjut Maxi, outbreak respons immunization (ORI) akan dilakukan di Pidie pada 28 November, sementara di propinsi Aceh mulai 5 Desember dalam dua kali putaran.

Ayo siap-siap lagi menghadapi polio, sambil terus mematuhi prokes Covid-19 3M.