Awas! Subvarian Omicron BA.2

Walau tren penyebaran Covid-19 di tanah air turun, munculnya subvarian baru BA.2 berasal dari mutasi varian Omicron di sejumlah kawasan patut diwasadai. Tetap patuhi prokes. Covid-19 belum berakhir.

TREN pertambahan harian paparan Covid-19 di tanah air terus turun dalam beberapa pekan terakhir ini, namun sebaliknya, subvarian baru (BA.2) berasal dari mutasi Omicron (B.1.1.529) mulai terdeteksi penyebarannya di sejumlah kawasan.

Di dalam negeri, paparan Covid-19 pada Minggu (20/3) bertambah  5.922 kasus atau jauh menurun dibandingkan pada puncaknya, 16 Februari dengan 64.718 kasus, sementara angka kematian 139 orang, juga jauh di bawah rekor pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 orang.

Meredanya kasus paparan dan angka kematian akibat Covid-19 membuat pemerintah mengisyaratkan akan menurunkan PPKM level 2 ke level 1 khususnya di wilayah se-Jawa dan Bali.

Dalam PPKM Level 1, berbagai kelonggaran mendekati situasi normal baru diberlakukan seperti di perkantoran, kendaraan publik, Pembelajaran Tatap Muka, di ruang-ruang publik dan lainnya walau tetap mengikuti prokes.

Sebaliknya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya (19/3) menyebutkan, terjadi peningkatan kasus di sejumlah kawasan yakni Pasifik Barat (26 perse), Afrika (12 persen), Eropa (2 persen).

Sementara sejumlah juga melaporkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yakni Vietnam (65 persen), Korea Selatan (44 persen), Belanda (44 persen) dan Jerman (22 persen).

Bahkan otoritas kesehatan China dilaporkan melakukan lockdown atau karantina total terhadap 4,5 juta warga kota Jilin, Provinsi Jilin,  di timur laut negara itu akibat terjadinya lonjakan kasus Covid dalam tiga pekan terakhir ini.

Dari hasil lab di Jepang, subvarian BA2 yang pertama kali terdeteksi di Filipina pada November 2021 memiliki fitur yang bisa mengakibatkan infeksi serius pada korbannya seperti halnya varian Delta .

Sejauh ini belum dilaporkan adanya kasus paparan subvarian BA.2 di Indonesia, walau pun  kasus-kasus paparan Covid-19 didominasi oleh varian Omicron (B.1.1.529) dari subvarian BA1.

Sementara kepatuhan masyarakat terhadap prokes juga tampak mulai longgar, misalnya di sejumlah masjid di Jakarta, sebagian Jemaah sudah tidak mengenakan masker dan tidak ada teguran dari jemaah lain atau petugas masjid.

Di warung-warung makanan, pedagang K-5 dan supir angkot termasuk penumpangnya, sebagian juga sudah melepas masker, atau ada yang mengenakannya secara asal-asalan, begitu pula di pasar-pasar tradisional, baik penjual mau pun pembeli.

Covi-19 belum berlalu, tetap patuhi prokes 3M, demi keselamatan diri, keluarga dan orang lain.

 

 

 

 

 

 

Advertisement