Ayah Enam Anak ini Terpaksa Hancurkan Rumahnya Sendiri atas Paksaan Israe;

Ilustrasi Pemukim Yahudi menonton pembongkaran tempat tinggal milik Palestina di pemukiman Tepi Barat, tanah yang diduduki di Beit El dekat Ramallah. Di sana akan dibangun rumah untuk warga Yahudi. [Baz Ratner / Reuters]

YERUSALEM –  Israel memaksa warga Palestina Ahmed Kawazbeh untuk menghancurkan rumahnya di pinggiran Al-Ashqariyeh di Beit Hanina, karena diangga[ telah membangun properti tanpa  izin.

Kawazbeh mengatakan dia telah mencapai “jalan buntu” dengan kotapraja pendudukan dan dipaksa untuk menghancurkan rumahnya. Dia telah diberi perintah pembongkaran dua bulan lalu setelah tinggal di properti selama sepuluh tahun di tanah yang dia miliki.

Kawazbeh mengatakan dia mengajukan izin, tetapi ditolak dan pemerintah kota memintanya membayar denda. “Tapi ini tidak melindungi rumah saya dari kehancuran,” katanya.

Ayah enam anak itu berkata bahwa pemerintah kota Yerusalem Israel memintanya untuk mengevakuasi rumahnya dan membayar 40.000 shekel  kepada pemerintah kotapraja untuk mengirim paksa untuk menghancurkan properti itu.

“Karena saya menganggur dan tidak punya cukup uang, saya dipaksa untuk menghancurkannya sendiri untuk menghemat biaya tinggi,” katanya.

Namun, dia menekankan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan tanah yang dimilikinya. “Namun saya dikelilingi dengan gedung pencakar langit yang dibangun untuk pemukim Yahudi, saya akan mendirikan tenda dan tinggal bersama keluarga saya di dalamnya,” katanya.

“Saya tidak punya tempat lain untuk hidup dan saya tidak akan pernah menyerah butiran pasir dari tanah Jerusalem. “

Advertisement