Ayah Ini Rela Menanggung Lapar demi Anaknya Bisa Makan Makanan Cepat Saji

Kekurangan uang ayah ini hanya bisa saksikan anak makan makanan cepat saji. Foto: Jhunnel Sarajan

MANILA (KBK) – Foto seorang ayah menyaksikan dua anaknya makan dengan lahap makanan cepat saji, menjadi viral di dunia maya.

Seperti dilansir Viral4Real, agaknya si ayah kekurangan uang, sehingga hanya membeli makanan hanya untuk kedua anaknya. Ia sendiri, duduk di samping anaknya menyaksikan kedua buah hatinya itu makan.

Foto itu menjadi Viral setelah Jhunnel Sarajan, memposting ke halaman Facebooknya. Wartawan ABS-CBN News di Filipina pun berusaha mencari pria dan dua anaknya itu. Dan ia berhasil menemukan mereka di daerah kumuh di Barangay 61 di Tondo, Manila.

Ryan Arebuabo, pria yang di foto itu ternyata tinggal di sebuah pondok 4 meter persegi yang terbuat dari kayu lapis dan ditopang besi besi berkarat. Di samping pintu usang terdapat potret harta tak ternilai milik Arebuabo ini, yaitu dua anaknya Rose Mei dan Rose Ann.

Pria berusia 38 tahun itu sebenarnya mengalami serangan stroke empat tahun lalu, ketika ia masih menjual jagung rebus di lingkungan itu. Dia mengatakan, dia tidak pernah menjalani sesi terapi, dan kunjungan terakhirnya ke dokter adalah tiga tahun yang lalu.

Karena kondisinya, Arebuabo tidak dapat bekerja selama berbulan-bulan setelah dia keluar dari rumah sakit. Setengah dari tubuhnya lumpuh, dan ia sulit berbicara.

Tragedi lain yang sangat memukulnya adalah, istrinya pergi meninggalkannya dengan kedua anak bersamanya. Isterinya sudah tidak tahan untuk menderita bersamanya.

Ria, adik dari Arebuabo mengatakan, kakaknya melakukan semua hal yang dia bisa untuk meyakinkan istrinya agar dia tidak pergi. Bahkan dia berjanji akan merenovasi rumah mereka dan membeli sebuah televisi agar Isterinya bertahan.

“Tapi itu tidak meluluhkan isterinya, dan ia tetap pergi,” kisah Ria

Ryan Abobuebo dan dua anaknya di rumahnya. Foto:  Jonathan Cellona, ABS-CBN News

Meskipun dengan segala kekurangannya Arebuabo tetap berkerja keras dan mendedikasikan dirinya agar anaknya tetap dapat makan, seperti makanan cepat saji seperi anak-anak lainnya. Meskipun ia sendiri tidak bisa mencicipinya.

Ia pun tetap menyekolahkananak-anaknya Rose Mei dan Rose Ann di Sekolah Dasar Jose Corazon De Jesus.

Rose Ann, kini berumur 8 tahun, duduk di kelas 2, sementara Rose Mae, berusia 6 tahun dan duduk di TK.

Arebuabo adalah salah satu penerima manfaat dari Program Pantawid Pamilyang Pilipino (4P), inisiatif pemerintah berupa hibah tunai bersyarat kepada orang miskin, untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan pendidikan anak-anak.

Setiap bulan, Arebuabo menerima P2,200, yang ia gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan lain dari anak-anaknya.

Sehari-hari, Arebuabo bangun Pukul 5:00 waktu setempat untuk membantu anak-anaknya mempersiapkan diri untuk sekolah. Suatu sore, dia memutuskan untuk membawa anak-anaknya ke toko makanan cepat saji untuk merayakan kelulusan Rose Mae, saat itulah fotonya diambil oleh netizen.

Anak-anak memesan makanan favorit mereka, sementara ayah hanya puas dengan rasa laparnya menonton mereka menikmati makanan.

Cinta Seorang Ayah

Pada awal hidupnya, Arebuabo juga sudah belajar arti cinta tanpa syarat.

Ayah Arebuabo, kini 60 tahun, juga sendirian membesarkan empat saudaranya. Ibunya meninggal setelah melahirkan adik bungsunya.

Ayah Arebuabo terus bekerja sebagai sopir jeepney untuk menghidupi keluarga. Dalam waktu luangnya, dia membantu mencuci pakaian Arebuabo dan dua anak-anaknya.

Menurut Arebuabo, tugas seorang ayah tidak hanya untuk menyediakan makanan di meja. Dia juga bertugas untuk memastikan bahwa anak-anaknya akan mencapai impian mereka.

Arebuabo mengatakan, ia ingin membuktikan kepada mantan istrinya dan seluruh dunia bahwa ia dapat terus menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya meskipun hampir lumpuh oleh stroke.

Arebuabo juga percaya bahwa suatu hari, ia dan anak-anaknya akan keluar dari daerah kumuh.

Advertisement