Badai Matthew Masih Mengancam Amerika Bagian Timur

Rumah yang hancur diterjang badai matthew/ chicagotribune.com

AMERIKA – Banjir akibat badai matthew masih mengancam beberapa wilayah di Amerika Timur, dimana korban tewas di Karibia juga dilaporkan terus bertambah.

Haiti, negara yang paling parah mengalami kerusakan dan hampir 1.000 orang tewas karena hantaman badai ini, pada hari Selasa (11/10/2016) memasuki hari berkabung nasional yang ketiga.

Ratusan ribu penduduk masih hidup tanpa listrik, dan situasi bisa tiba-tiba memburuk karena sungai- sungai meluap yang dapat menimbulkan banjir.

Sementara itu di North Carolina, Gubernur Pat McCrory mengatakan helikopter dan perahu penyelamat masih melakukan evakuasi dengan mengangkut penduduk ke tempat aman setelah tanggul bobol di dekat kota Lumberton, seperti dilansir VOA Indonesia, Rabu (12/10/2016).

“Jangan coba menerobos air banjir,” ujar Gubernur McCrory memberikan peringatan kepada para pengendara mobil North Carolina.

“Lebih dari 10 orang tewas karena melakukan itu. Kami tidak main-main dan tidak ingin menghadapi risiko untuk menyelamatkan orang yang mencoba menerobos banjir.” tegasnya.

Jawatan Cuaca Nasional mengungkapkan puluhan sungai dan pengukur aliran air masih menunjukkan keadaan banjir di Carolina dan Virginia, dan lima lokasi di North Carolina masih tinggi.

Presiden Barack Obama juga sudah memberlakukan keadaan darurat di North Carolina dan menyediakan dana untuk membantu penduduk yang terkena akibat badai dan banjir itu di 10 kabupaten di sana.

Badai Matthew, yang mereda setelah meninggalkan pantai Atlantik, adalah badai yang paling kuat yang menerpa pesisir timur Amerika Serikat dalam hampir satu dekade.

Advertisement