JAKARTA – Jika biasanya Hari Buruh Internsional atau yang akrab disebut Mayday, identik dengan demo dan berbagai hal yang negatif, mengapa tidak kali ini dilakukan bakti sosial?
Hal tersebut disampaikan Menaker Hanif Dhakiri dalam konferensi persnya menyambut Mayday 1 Mei mendatang, seperti diberitakan Detikcom, “Perayaan Mayday dapat dilakukan (juga), antara lain dengan bentuk bakti sosial, salat berjamaah dan donor darah, juga lainnya,” ungkap Hanif.
Ia mengimbau agar Mayday tahun ini dapat diisi dengan hal-hal positif. “Bagaimana kita buat agar pada publik tidak perlu lagi takut dan khawatir dengan Mayday, dan teman-teman pekerja agar bisa mengisi Mayday ini dengan hal-hal positif,” tambahnya.
Ia pun berharap, paradigma Mayday bisa berubah di tahun ini. Dia menyebut Mayday yang selama ini identik dengan demonstrasi kerap membuat masyarakat resah.
“Mayday is a holiday terus kita dukung untuk terus menjadi semangat bagi teman-teman pekerja pada perayaan ini. Mayday sering dapat stigma negatif, identik dengan demo, tidak tertib, macet bahkan anarkis. Publik kerap takut dan khawatir dengan adanya Mayday,” papar Hanif.
Hanif menyampaikan saat ini jumlah buruh yang tergabung dalam serikat buruh semakin beragam. Ada 9 Konfederasi Serikat Pekerja, 108 Federasi Serikat pekerja, dengan 7.294 serikat pekerja dan total keanggotaan sebanyak 2.717.961.
“Pada prinsipnya pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi adanya Mayday ini. Kami juga mengucapkan selamat hari buruh Internasional. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar, kondusif dan aman,” ucap Hanif.





