ALEPPO–Korban tewas akibat serangan udara di rumah sakit anak Aleppo, Suriah, sudah tercatat 50 orang. Semua pihak saling tuding atas serangan itu.
Seperti dikutip dari AP, Kamis (28/4) rumah sakit lapangan Al Quds di wilayah Aleppo dihantam bom dari jet tempur Rabu (27/4) waktu setempat.
Menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF), yang mengoperasikan rumah sakit itu bersama dengan Palang Merah Internasional, korban tewas mencapai 50 orang, di antaranya adalah dua dokter, dua suster, satu penjaga dan satu staf teknis, sisanya belum teridentifikasi namun diperkirakan ada korban anak-anak. Jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah.
Menurut direktur eksekutif MSF dari Amerika Serikat Jason Cone di akun Twitternya, salah satu korban dari sedikit dokter anak yang masih tersisa di Aleppo.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengecam serangan itu dan menuding pemerintah Suriah yang telah melakukannya. Menurut Kerry, serangan ke fasilitas medis telah beberapa kali dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad.
“Ini sepertinya adalah serangan yang sengaja diarahkan ke fasilitas medis dan sesuai dengan riwayat serangan rezim Assad ke fasilitas-fasilitas seperti itu. Serangan semacam ini telah menewaskan ratusan warga Suriah yang tidak berdosa,” kata Kerry.
Kantor berita Suriah SANA mengungkapkan pernyataan pemerintah yang membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bantahan yang sama disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, dengan mengatakan tidak melakukan serangan udara itu. Pasukan Suriah yang dibantu oleh Rusia telah beberapa bulan terakhir memang ingin merebut kembali Aleppo.





