CIANJUR – Safa Nuraima (1,4) balita penderita Hydrosipalus hanya menjalani perawatan seadanya di rumah karena ekonomi keluarga yang kekurangan.
Safa merupakan anak kedua pasangan Dede Nuraima (24) dan Juli Saputra (25) dan diketahui memiliki kelainan sejak lahir.
Memasuki usia empat bulan, kelainan dibagian kepalanya semakin terlihat, kepalanya terus membesar sementara tubuhnya mengecil.”Saya sempat membawanya ke Puskesmas umur empat bulan, kata dokter Hydrosipalus dan dirujuk ke rumah sakit, tapi saya tidak punya uang,” kata Dede di Cianjur, Kamis (24/8/2017).
Penghasilan suaminya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojeg tidak menentu, sehingga tidak sanggup membawa anaknya ke RSUD Cianjur, untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih layak. Sehinga selama satu tahun lebih penyakit anak keduanya itu dibiarkan dan diurus seadanya.
Hingga akhirnya seorang warga desa mendorong kami untuk membawa Safa ke RSUD Cianjur.
Kini Safa mendapat penanganan medis dari RSUD Cianjur, dan menurut tim medis Ruang Samolo dimana Safa saat ini menjalani perawatan, Safa harus dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung karena RSUD Cianjur belum memiliki penanganan medis untuk hydrosipalus.
“Cianjur belum bisa menanganani Hydrosipalus, tapi nanti kami akan merekomendasikan ke RSHS. Kalau sudah lengkap segala sesuatunya segera diberangkatkan. Melihat keluarga korban yang keterbatasan biaya, bantuan dermawan memang diperlukan,” katanya, dikutip Antara.





