Bamsoet Berikan Gajinya Selama 8 Bulan Untuk Bripka Seladi

Bripka Seladi, polisi yang nyambi jadi pemulung/ Foto: merdeka.com

JAKARTA – Kejujuran Bripka Seladi, yang rela mencari uang tambahan dari mengais sampah dibanding menerima uang tips dari pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), mendorong Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo memberikan gajinya selama 8 bulan penuh.

Menurutnya pemberian itu sebagai bentuk apresiasi dari polantas yang bertugas di unit administrasi di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang yang tak penah menerima suap ketika menjalankan tugasnya.

‎”Bagi kami di komisi III, di‎ tengah isu perpanjangan Kapolri, berita ini menyejukkan kita. Saya‎ bilang, saya ikhlaskan gaji pokok saya sampai Desember untuk beliau,”‎ tutur Bamsoet yang mendampingi Ketua DPR Ade Komarudin menyampaikan apresiasi ke Bripka Seladi di kompleks parlemen, ‎Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Diberitakan Jawapos, saat itu juga Bamsoet‎ memerintahkan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Winantuningtyastiti untuk mengurus pemotongan dan pengiriman gajinya langsung diserahkan kepada Bripka Seladi nantinya. ‎

Penyerahan gaji Bamsoet terhitung sampai bulan Desember 2016 ini diharpkan dapat meringankan biaya hidup Bripka Seladi, dan membantu biaya pendaftaran anaknya yang berencana masuk sekolah kepolisian.

“Saya dengar anak beliau mendaftar di sekolah polisi. Semoga putra bapak masuk di sekolah kepolisian, dan putra-putra lain. Semoga bermanfaat bagi keluarga,” sambungnya. ‎

Bripka Seladi sudah delapan tahun menjalani profesi sampingan sebagai pemulung sampah. Kerja paruh waktu ini ia jalani selepas pulang kerja sebagai personel bintara Polisi Lalulintas (Polantas) Malang, khusus bagian pengurusan SIM. Ketika mencari sampah, ia kerap ditemani anak lelakinya.

Semoga jika anaknya lolos masuk sekolah kepolisian, bisa meneruskan kejujuran sang bapak, begitupun dengan kita semua.

Advertisement