Bandung Rawan, Dilarang Sahur On The Road

Ilustrasi Sahur On The Road/ Foto: Okezone

BANDUNG – Kondisi Bandung dinilai masih rawan karena tindak kriminal yang dilakukan geng mootr akhir-akhir ini, sehingga Polrestabes Bandung meminta seluruh kalangan masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan membagi-bagikan sahur di jalanan (sahur on the road).

“Kita anggap masih ada kerawanan, kemarin ada kejadian kelompok bermotor yang terlibat tindak kriminal,” ujar Kapolrestabes Bandung Winarto, di Bandung, Rabu (22/6/2016).

Meskipun demikian menurutnya pihaknya belum mengeluarkan larangan secara resmi. Namun setelah perbincangan, Komandan Kodim 0618 BS juga sudah sepakat untuk melarang sahur on the road.

Langkah selanjutnya, perbincangan lebih jauh untuk larangan sahur on the road ini akan dilakukan dengan Walikota Bandung untuk menentukan bentuk larangan, baik berupa surat edaran ataupun bentuk lainnya.

“Akan kita bicarakan lagi bentuknya bagaimana, saya akan koordinasi juga dengan Pak Walikota, tadi Pak Dandim sudah setuju juga untuk melarang ini,” kata Winarto.

Winarto sendiri tidak menyangkal bahwa sebenanrnya kegiatan sahur on the road merupakan salah satu kegiatan amal dengan berbagi bersama kalangan lainnya. Namun dari sisi keamanan, saat ini dikhawatirkan kegiatan tersebut akan disusupi kalangan tidak bertanggungjawab.

“Jangan sampai maksud kita baik ingin membagi-bagikan, tapi nanti disusupi kelompok-kelompok tidak bertanggungjawab, malah hasilnya tidak bagus,” ujar Winarto, dikutip dari Pikiran Rakyat.

Advertisement