BANGLADESH – Bangladesh telah mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka tidak dapat menerima kembali pengungsi dari Myanmar, karena sudah menampung lebih dari 700.000 Rohingya yang melarikan diri melintasi perbatasan.
“Saya menyesal memberi informasi kepada dewan bahwa Bangladesh tidak lagi berada dalam posisi untuk menampung lebih banyak orang dari Myanmar,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque kepada PBB, Kamis (28/2/2019).
Haque menuduh Myanmar memberikan janji kosong dan berbagai pendekatan yang jadi penghalang selama negosiasi pengembalian.
“Tidak seorang pun Rohingya secara sukarela kembali ke Rakhine karena tidak ada lingkungan yang kondusif di sana,” kata Haque.
Myanmar mengatakan telah siap menerima pengungsi yang kembali sejak Januari, tetapi Rohingya mengatakan mereka menginginkan jaminan atas keselamatan mereka dan diakui sebagai warga negara sebelum mereka kembali ke Rakhine.
PBB mengatakan kondisinya belum tepat untuk kepulangan mereka. Kekuatan Barat di dewan pada hari Kamis menyesalkan kurangnya tindakan dari pemerintah Myanmar.
“Kami sangat kecewa, bahwa belum ada kemajuan lebih lanjut dalam mendapatkan kembali pengungsi dan itu jelas termasuk menciptakan kondisi di mana para pengungsi merasa mampu untuk kembali,” kata Karen Pierce, Duta Besar Inggris untuk PBB, dilansir Aljazeera.
Beberapa anggota dewan menekankan kembalinya para pengungsi harus aman, sukarela, bermartabat dan aman, dan mendorong pemerintah Myanmar untuk mengizinkan PBB menyebar dan tanpa syarat akses ke Rakhine.




