BANGLADESH – Pengungsi Rohingya menghadapi masalah baru saat musim hujan mendekati Bangladesh dalam waktu dekat.
AP melansir, tinggal di dalam gubuk-gubuk bambu dan plastik, yang dibangun di tengah gelombang perbukitan yang tak berujung, para pengungsi menghadapi resiko banjir dimana dalam setiap tahun, rata-rata negara tersebut menghabiskan sekitar 40 hingga 60 sentimeter hujan per bulan.
Selain itu, hujan yang menyebabkan banjir juga dapat membuat kamp mereka semakin kumuh dan memudahkan timbulnya sumber penyakit.
Sekitar 700.000 Muslim Rohingya telah tinggal di kamp-kamp pengungsi di sana sejak Agustus lalu, setelah melarikan diri dari tetangganya Myanmar.
Mereka melarikan diri dari tentara dan tembakan, massa yang menyerbu desa mereka, membunuh, memperkosa, dan membakar tempat tinggal rohingya.





