NUNUKAN – Sekolah Dasar Filial yang terletak di wilayah perbatasan Desa Samaenre Semaja, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hanya punya satu guru dan sedang hamil tua
Kepala Desa Smaenre Semaja, Farida, mengatakan, sekolah yang menampung anak-anak TKI sebanyak enam kelas tersebut dulunya memiliki tiga guru. Namun, karena mereka tidak pernah menerima honor, dua guru yang berstatus honorer tersebut memilih meninggalkan desa tersebut.
Selain kekurangan Bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) ini jauh dari kata layak. Bangunan ini hanya memiliki dua ruangan yang terletak di samping kantor desa.
Satu ruangan digunakan untuk KBM kelas 1,2, dan 3. Satu ruangan lain untuk kelas 4,5, dan 6. Jumlah siswa di sekolah ini lebih dari 50 orang. Mereka rata-rata anak para TKI yang bekerja di perkebunan sawit di Malaysia.
Di tengah keterbatasan, keberadaan SD Filial sangat dibutuhkan. Sebab, selain sekolah ini, SD terdekat di wilayah tersebut berjarak 8 kilometer dari permukiman warga.
Apalagi, jalan desa di wilayah itu buruk, terutama ketika hujan turun, siswa kesulitan pergi ke sekolah. “Jalan di Semaja itu jalan tanah. Kalau hujan kuat tidak boleh, motor pun tidak boleh jalan,” ucap Farida, dikutip Kompas.
Saat ini puluhan siswa SD Filial mulai sering libur sekolah. Salah satu penyebabnya, guru yang mengajar di sekolah tersebut tengah hamil tua.





