Banjir Bandang Cianjur Rendam Ratusan Rumah

Ilustrasi Banjir bandang Lotim/ RRI

CIANJUR – Air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat meluap dan menyebabkan banjir bandang yang memaksa ratusan Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

Selain itu, longsor juga menyebabkan jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul lumpuh total.

Kedua bencana alam yang menerjang dua kecamatan di wilayah Cianjur bagian selatan itu terjadi, Rabu (25/4/2018) sore. Musibah itu, terjadi setelah wilayah Kabupaten Cianjur diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan informasi, banjir bandang terjadi di bantaran Sungai Cidamar Kecamatan Cidaun menyebabkan luapan air masuk ke pemukiman dengan ketinggian permukaan air setinggi satu meter, dan membuat ratusan warga harus dievakuasi ketempat aman.

Bahkan akibat meluapnya air sungai menyebabkan jalur menuju Bandung atau sebaliknya menuju selatan Cianjur, tidak dapat dilalui karena landasan jalan sepanjang ratusan meter tertutup air bah. Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian materil diperkirakan ratusan juta rupiah.

“Ketiga kampung yang terendam luapan air tersebut, yaitu Kampung Limbangan, Erang, dan Bobojong. Hingga sore, air sudah mulai surut. Tapi demi keamanan, warga memilih untuk mencari tempat yang lebih aman,” jelas ketua RW 02, Kampung Limbangan, Gunawan, kepada Antara, Kamis malam.

“Saat air meluap hingga ke badan jalan, warga langsung berlarian ke arah bukit untuk menyelamatkan diri, karena arus air semakin deras. Mungkin, karena tanggul jebol hingga air masuk ke perkampungan warga,” tambahnya.

Sementara dilansir liputan6, sementara berdasarkan data ada tiga rumah rusak diterjang arus, 225 rumah dan tempat ibadah terendam, serta tanggul penahan banjir jebol. Tak hanya itu, banjir juga merendam sekitar 10 hektare lahan sawah.

 

Selain  itu, jalur selatan Cianjur-Bandung, terputus akibat tertutup material longsor setinggi satu meter dan panjang 100 meter tepatnya di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul.

 

Advertisement