ATHENA – Banjir bandang telah menewaskan setidaknya 11 orang di pinggiran barat ibukota Yunani, Athena, sementara tim penyelamat masih mencari korban yang hilang.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (15/11/2017) di daerah Mandra, Nea Peramos dan Magoula, dan pihak berwenang di kota Megara mengatakan bahwa mereka mencari beberapa korban yang hilang.
“Kami memiliki ratusan permintaan untuk bantuan,” Stavros Fotiou, wakil walikota Megara, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon.
“Kami mencoba mengakses beberapa daerah dan membuka jalan, tapi hujan masih belum berhenti,” tambahnya.
Fotiou belum bisa memastikan jumlah rumah dan kendaraan yang rusak, namun kata pihak berwenang kota setempat bekerja sama dengan pemadam kebakaran untuk membantu orang-orang yang mengungsi.
Yiannis Kemmos, seorang reporter lokal yang berada di tempat kejadian banjir, mengatakan banyak mobil hancur atau rusak di jalanan, dan banyak orang di luar karena rumah mereka dibanjiri.
“Orang-orang menunggu bantuan, tapi sebagian besar sepertinya tidak lagi dalam bahaya.” katanya.
Perdana Menteri Alexis Tsipras mengatakan dalam sebuah postingan di Twitter bahwa dia sangat sedih karena hilangnya nyawa yang disebabkan oleh badai dahsyat.
Dia mengatakan sebuah tim pemerintah telah dikirim ke daerah tersebut untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai operasi penyelamatan dan upaya bantuan.





