CILACAP – Banjir yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah makin meluas dan telah merendam hingga 11 desa, dari enam desa yang terendam sebelumnya. Namun, sebagian besar pengungsi memilih pulang ke rumah masing-masing.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap wilayah Sidareja, Agus Sudaryanto mengatakan saat ini tujuh desa di Kecamatan Sidareja yakni, Desa Sidareja, Margasari, Tinggarjaya, Tegalsari, Sidamulya, Sudagaran.
“Sedangkan empat desa di Kecamatan Kedungreja adalah Bojongsari, Rejamulya, Bangunreja dan Desa Ciklapa,” katanya, Kamis (13/10/2016).
Namun ditambahkannya meski genangan meluas, tinggi rendaman air menurun. Sebelumnya ketinggian air mencapai 80 centimeter hingga 150 centimeter. Saat ini sudah menurun sekira 30 centimeter menjadi maksimal 120 centimeter.
“Luasan genangan justru bertambah. Karena Margasari ada kiriman air dari wilayah utara. Masuk ke Sungai Cibeureum. Sedangkan di samping Sungai Cibereum itu ada desa yang tidak memiliki tanggul. Total 11 desa,” jelasnya.
Agus menyayangkan sebagian besar pengungsi yang nekad pulang ke rumah kendati air belum surut sepenuhnya. Rumah penduduk masih banyak yang terendam dengan ketinggian air antara 10 centimeter hingga 20 centimeter.
“Sebagian besar sudah kembali. Meskipun sebetulnya menurut kami belum layak untuk tidur. Karena dalam rumah juga masih ada air, kondisinya belum memungkinkan, terutama untuk anak-anak,” ujarnya, dikutip dari rmol.
Terkait bantuan, ia mengaku pihaknya sudah menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan. Kondisi kesehatan pengungsi juga terus dipantau oleh petugas medis yang berkeliling ke enam posko pengungsian yang disiapkan BPBD.
Keenam lokasi pengungsian tersebut adalah aula Komaril Sidareja, Aula Kecamatan Sidareja, Balaidesa Sidareja, Gedung SDN 6 Gunungreja dan Balai RT Citayem dan Balai RT Sidamulya.





