Banjir dan Longsor Asia Selatan Tewaskan 800 Orang Lebih

DHAKA – Banjir yang meluas di tiga negara di Asia Selatan, India, Nepal dan Bangladesh telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Pekerja bantuan memperingatkan adanya kekurangan pangan dan penyakit akibat air saat hujan terus menyerang daerah yang terkena dampak.

Sedikitnya 115 orang telah meninggal dan lebih dari 5,7 juta orang terkena dampak di Bangladesh karena banjir menenggelamkan lebih dari sepertiga dari dataran rendah dan kota berpenduduk padat disana.

“Air perlahan surut, banjir akan membaik jika tidak turun hujan lagi,” kata Sazzad Hossain, insinyur eksekutif Pusat Peramalan dan Peringatan Banjir Bangladesh, dilansir Reuters, Senin (21/8/2017).

Sementara Reaz Ahmed, direktur jenderal Departemen Manajemen Bencana Bangladesh, mengatakan bahwa ada kekhawatiran tentang kekurangan pangan dan penyebaran penyakit.

25 jembatan telah rusak di Bangladesh, mengganggu pasokan makanan dan obat-obatan kepada orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka.

Di negara bagian Assam di India yang berbatasan dengan Bangladesh, setidaknya 180 orang telah tewas dalam beberapa minggu terakhir.

Hujan lebat juga melanda negara bagian timur laut Arunachal Pradesh, Nagaland dan Manipur, menewaskan sedikitnya 30 orang.

Di Nepal, 141 orang dipastikan tewas, sementara ribuan korban selamat kembali ke rumah mereka yang setengah hancur.

“Rumah mereka dalam keadaan hancur total,” kata Francis Markus dari Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Advertisement