Banjir di Jondul Rawang Padang Diduga Akibat Sumbatan Drainase

Ilustrasi Banjir di Jondul rawang Padang/ Okezone

PADANG – Banjir yang merendam ratusan rumah warga di kawasan Jondul Rawang, Mato Aia, Kota Padang, Sumatera Barat, terjadi akibat adanya pembangunan yang dilakukan oleh PJKA dan PT Pelindo.

Menurut warga setempat, pembangunan membuat adanya penyumbatan drainase. Sebelum adanya pembangunan, aliran sungai di kawasan itu mengalir ke Gaung, kini berpindah ke Muaro Padang.

“Sejak dulu saya tinggal di sini. Sejak jembatan ditutup oleh PJKA dan Pelindo, air kemari. Dulu alirannya ke Gaung, sekarang ke Muaro,” kata Asril (63) salah satu warga Jondul Rawang, Kamis 27 September 2018.(27/9/2018), dikutip Viva.

Asril menegaskan, jika tidak cepat diatasi atau diantisipasi dengan perbaikan drainase yang lebih baik lagi, maka setiap hujan akan selalu terjadi banjir terus-menerus.

Jika banjir, maka tidak hanya berdampak kepada kerusakan perabotan rumah, namun juga menyebabkan warga tidak bisa bekerja lantaran disibukkan membersihkan sisa material banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat, setidaknya ada 375 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh rukun tetangga dan 28 rukun warga terdampak banjir di kawasan Jondul Rawang ini.

Selain itu, banjir juga merendam kecamatan Lubuk Begalung, dengan jumlah 60 KK dan 30 rumah terdampak, pohon tumbang juga terjadi di Kawasan Padang Selatan dan Koto Tangah, serta longsor di Kecamatan Padang Selatan. Satu unit rumah hancur.

Advertisement