ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Jerman menetapkan gerakan Fethullah Gulen sebagai organisasi teroris.
Hal tersebut diungkapkan melalui tulisan di situs web surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung, dimana Erdogan mengungkapkan permintaan tersebut memulai kunjungan ke Jerman, sebagaimana dipantau Reuters, Kamis (27/9/2018).
Sejak adanya upanya kudeta yang gagal pada 2016, Turki menuduh gerakan itu di belakangnya.
Jerman sebelumnya telah menolak permintaan itu dengan alasan masih membutuhkan lebih banyak bukti-bukti yang menunjukkan ada hubungan antara jaringan pendukung ulama Turki yang tinggal di AS tersebut, dengan kudeta gagal untuk menggulingkan pemerintahan Turki.





