BANJARMASIN – Sudah seminggu banjir merendam Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur dan permukiman warga di RT 4 Desa Banua Anyar Sungai Tuan sehingga akses transportasi warga kedua desa tersebut terputus.
Terputusnya akses jalanan membuat warga sulit berbelanja dan berharap adanya bantuan sembako, “Kalau bisa sih ada bantuan sembako seperti beras, minyak, gula. Sampai sekarang belum ada bantuan. Soalnya, susah kalau banjir seperti ini keluar belanja jauh sekali harus naik perahu,” kata seorang warga, Isah (30), diberitakan Tribunnews.
Saat ini, hanya perahu menjadi peralatan transportasi warga untuk keluar desa. Isah juga harus mengayuh perahu dari rumahnya di RT 3 untuk mengantar Siti Salehah (7) putrinya ke sekolah di SDN Pematang Baru.
Air yang menggenangi sangat dalam setinggi paha bahkan sampai sepinggang. “Selama banjir ini saya antar Salehah ke sekolah menggunakan perahu. Jalannya, tidak bisa dilewati lagi,”ujar Isah.
Menurutnya, genangan air tidak hanya membuat jalan terendam. Namun, lantai rumahnya juga digenangi air setinggi sepuluh centimeter. Meski sudah lebih sepekan banjir, namun hingga saat ini tidak ada bantuan yang sampai ke warga.




