JOMBANG – Sebanyak 11 desa di lima Kecamatan, Kabupaten Jombang, Kamis (22/2/2018) dilanda banjir, dan kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno.
Saiful (41), warga Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno mengatakan, banjir terjadi karena luapan sungai yang melintas di desa setempat. Semua berawal dari curah hujan yang cukup tinggi di Jombang, sejak Rabu (21/2/2018) malam.
Akibatnya, sungai yang melintas di Desa Selorejo tak mampu menampung tingginya debit air tersebut. Air meluap hingga naik ke jalan raya dan menerobos pemukiman warga.
Hal serupa juga terjadi di Desa Kademangan dan Betek, Kecamatan Mojoagung. Dua desa tersebut merupakan langganan tetap banjir setiap musim penghujan. Hanya saja, banjir kali ini lebih parah dari biasanya. Ketinggian air bervariasi. Ada yang satu meter, bahkan ada pula setinggi dua meter.
“Pada titik-titik tertentu, ketinggian air mencapai dua meter. Sedangkan di kawasan lain, rata-rata antara setengah hingga satu meter. Ini banjir perah, dibanding beberapa waktu sebelumnya,” ujar Zainul (37), salah satu warga, pada beritajatim.
Tim relawan penolong korban, Stevi Maria membenarkan adanya banjir di sejumlah tempat tersebut. Bahkan menurut Stevi terdapat juga pohon tumbang di Jl Raya Mojoagung-Mojowarno. Dia mencatat, banjir kali ini menerjang 11 desa di lima kecamatan.





