Banjir Kembali Rendam Bandung Selatan

Ilustrasi banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot Bandung pada Maret 2016/ Foto: tribunnews

BANDUNG – Banjir kembali melanda Kabupaten Bandung setelah diguyur hujan sejak Selasa siang hingga Rabu dini hari, dan membuat genangan banjir Bandung Selatan ini semakin meluas dan ribuan warga terdampak banjir semakin bertambah.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bandung, titik genangan Bandung selatan ada di tiga kecamatan langganan banjir yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, dan terus meluas.

Di wilayah Kecamatan Baleendah, titik genangan menerjang 7 permukiman penduduk dan 1 akses jalan yakni Jalan Andir-Katapang yang sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Ketinggian permukaan banjir yang menggenangi permukiman penduduk bervariasi.

Dilansir PR, secara rinci genangan di Kampung Parunghalang RW 2 (50 cm), Kampung Cibadak RW 5 (165 cm), Kampung Ciputat RW 6 (80 cm), Kampung Muara RW 7 (90 cm), Kampung Uwak RW 8 (80 cm), Kampung Cigosol RW 9 (180 cm), dan Kampung Ciputat RW 13 (170 cm).

Titik genangan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot yakni di Desa Citeureup (15 permukiman penduduk), Desa Dayeuhkolot (14 permukiman penduduk), dan Kelurahan PAsawahan (2 permukiman penduduk).

“Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir menggenangi 2 permukiman penduduk di Desa Bojongsoang dan 2 permukiman penduduk di Desa Bojongsari. Ketinggian permukaan banjir bervariasi. Kami terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir yang hendak mengungsi. Petugas kami terus bersiaga di titik permukiman yang terendam banjir,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan.

Masih dikatakan Tata, masih tingginya intensitas hujan dikhawatirkan genangan banjir pun terus meluas. Pihaknya pun berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dalam untuk mengantisipasi terjadinya frekuensi evakuasi warga terdampak banjir.

 

Advertisement