MANOKWARI – Sekitar 300 hektare sawah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang sebagian masih bertanaman padi belum dipanen, rusak akibat banjir April lalu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Manokwari Oktafianus Edowai di Manokwari, Selasa (10/5/2016), mengatakan, kerusakan itu tersebar di wilayah Distrik Prafi, Masni dan Sidey.
Dia menyebutkan, selain merusak sawah dan tanaman padinya, banjir pun mengakibatkan bendungan di wilayah Distrik Prafi jebol, serta merusak jaringan irigasi primer dan tersier di Distrik Sidey.
“Bendungan yang jebol di wilayah Satuan Permukiman (SP) III Distrik Prafi mengganggu aliran air menuju puluhan hektare sawah di SP III, SP IV dan SP V. Hal yang sama terjadi di SP XI Distrik Sidey, yakni lumpur yang menimbun jaringan irigasi memutus aliran sungai menuju puluhan hektare sawah di wilayah tersebut,” kata dia.
Seperti dikutip dari Antara, Edowai juga mengatakan, kerusakan ini mengganggu target program produksi padi jagung dan kedelai atau Pajale Manokwari tahun ini. Pihaknya akan berupaya maksimal agar target yang dicanangkan pemerintah pusat itu tetap terealisasi tahun ini.




