Banjir Peru, Korban Tewas Terus Bertambah

Evakuasi korban banjir dan longsor Peru/ reuters
PERU – Banjir di Peru telah menambah terus deretan korban tewas, dimana kini tercatat 62 orang tewas dan lebih dari 70.000 orang kehilangan tempat tinggalnya.
Sebuah pemanasan  abnormal di perairan Pasifik di Peru telah membuat hujan yang mematikan dalam beberapa dekade, disusul dengan tanah longsor dan arus sungai deras yang mampu  menyapu orang, menyumbat jalan raya dan menghancurkan tanaman.

Sekitar setengah wilayah dari Peru telah dinyatakan dalam keadaan darurat terutama di utara di mana curah hujan telah memecahkan rekor di beberapa kabupaten, kata Perdana Menteri Fernando Zavala.

Sebuah fenomena El Nino lokal, pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik, kemungkinan akan terus terjadi di sepanjang pantai utara Peru setidaknya hingga April, kata Dimitri Gutierrez, seorang ilmuwan dengan komite El Nino Peru.

Pesisir El Nino di Peru cenderung didahului oleh fenomena El Nino di Equatorial Pasifik Tengah, yang dapat memicu banjir dan kekeringan di seluruh dunia, kata Gutierrez, demikian dilansir Reuters, Minggu (19/3/2017).

Advertisement