BALI – Banjir merendam ratusan rumah warga Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali yang merupakan desa pesisir, sejak Rabu (28/11/2018) dini hari.
Hasan, salah seorang warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara mengatakan, banjir besar seperti itu terakhir kali terjadi lebih dari lima tahun lalu, namun dengan cepat surut, sehingga saat hujan lebat turun lagi tidak terlalu mengkhawatirkan.
Namun saat ini menurutnya air belum surut juga karena hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut.
Genangan air di pekarangan rumahnya seperti tidak bisa mengalir kemana-mana, karena itu mencurigai saluran drainase yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung buangan air hujan.
Sementara Santoso, salah seorang warga Dusun Munduk mengatakan, saat banjir datang sekitar pukul 01.00 wita dini hari, ia mendengar suara gemuruh air yang mengalir deras.
“Saya bersama isteri terpaksa tidur di ‘dipan’ (bangku panjang) yang ada di teras, karena air masuk sampai ke dalam rumah kami. Kalau nanti sore atau malam hujan lagi, sudah pasti saya tetap tidur di teras,” katanya, pada Antara.
Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, ada 20 titik bencana saat hujan lebat turun Selasa (27/11/2018) malam, dari banjir, pohon tumbang sampai tanah longsor.
Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo mengatakan, pihaknya terus memantau dan siaga jika ada warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Agar bisa dengan cepat memberikan bantuan, ia mengatakan, armada BPBD seperti ambulans, mobil tangki air, mobil komando dan sepeda motor diperiksa dengan seluruh anggota diperintahkan siaga.





