Banjir Sepadau Rendam Ribuan Rumah dan Seorang Meninggal

Ilustrasi Penampakan genangan banjir di Konawe/ Beritasatu

SEKADAU – Satu orang warga Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)  meninggal dunia akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

Banjir merendam 2.541 unit rumah warga setempat dengan ketinggian air rata-rata satu hingga dua setengah meter lebih dari permukaan tanah.

“Dari laporan yang kami terima sedikitnya 2.541 kepala keluarga terdiri 8.430 jiwa terdampak banjir, dari jumlah tersebut, sebanyak 571 kepala keluarga atau 1.879 jiwa mengungsi akibat banjir di Sekadau,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Kamis.

Disampaikan Abdul Muhari, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan Sungai Kapuas meluap sehingga menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Sekadau yaitu di Desa Mungguk, Desa Sungai Ringin, Desa Tanjung, Desa Merapi, Desa Seberang Kapuas dan Desa Penit yang berada di Kecamatan Sekadau Hilir. Kemudian Desa Belintang I dan Desa Belintang II di Kecamatan Belitang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau Matius Jon menyampaikan debit air mengalami kenaikan signifikan sejak Sabtu (23/10/2021) lalu.

“Hingga kini, ketinggian air rata-rata masih berkisar antara dua hingga dua setengah meter dari permukaan tanah,” ucap Matius.

Dijelaskan Matius Jon, Tim BPBD Sekadau berkoordinasi dengan unit terkait untuk segera terjun kelapangan guna melakukan pendataan dan melakukan evakuasi menggunakan perahu terhadap warga terdampak.

Untunikasi berbasis komunitas juga dapat dilakukan sebagai bentuk peringatan dini.

Advertisement