KUPANG – Banjir melanda Desa Tuakau dan Desa Naetae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan menyebabkan tiga warga hilang terseret arus banjir.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang, Elfrid V Saneh menjelaskan pada hari Selasa (22/2) sekitar pukul 11.00 WITA terjadi hujan yang sangat lebat melanda dua desa itu hingga mengenangi rumah-rumah warga setempat.
Menurut dia genangan air banjir semakin meluas karena air banjir dari sejumlah kali di sekitar dua desa itu meluap karena banyak batang pohon ranting-ranting pohon menyumbat saluran air dalam gorong-gorong dan jembatan.
Masyarakat Desa Tuakau dan Desa Naetae Kecamatan Fatuleu Barat masih tetap bertahan di sekitar lokasi banjir karena air banjir sudah mulai surut.
“Masyarakat secara gotong royong mulai membersihkan saluran air yang ada untuk mengantisipasi kejadian serupa, apalagi saat ini hujan deras masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Kupang,” katanya, dilansir Antara.
Ia mengatakan dalam peristiwa itu tiga orang sempat hilang terbawa banjir, namun dua orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat yaitu Yohanis Pah (30), Mardi Pah (12).
Sementara satu korban yaitu Abraham Nofu (58) yang terbawah banjir masih belum ditemukan.
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang bersama BPBD Kabupaten Kupang masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan itu, demikian Elfrid V Saneh.





