
JAKARTA, KBKNEWS.id – Jepang mengerahkan tiga helikopter Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) CH-47 untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan keputusan tersebut melalui akun resmi X pada Jumat (28/8). Bantuan diberikan atas permintaan Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional.
“Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang.
Tiga helikopter CH-47 tersebut akan dibawa menuju Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki setelah seluruh persiapan pengerahan selesai.
Namun, Kementerian Pertahanan Jepang belum merinci lokasi penempatan ketiga helikopter tersebut maupun waktu kedatangan dan mulai beroperasinya armada untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan.
Pengerahan helikopter itu diumumkan setelah Indonesia, Jepang, dan Australia menggelar pertemuan trilateral tingkat menteri pertahanan pada 26 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertahanan Jepang Koizumi menggelar pertemuan virtual dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Ketiga negara membahas situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik serta komitmen untuk bekerja sama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun global. Mereka juga sepakat memperkuat kerja sama pertahanan trilateral.
Jepang menyebut ketiga negara turut menyambut penguatan kerja sama pertahanan secara bilateral, termasuk antara Jepang dan Indonesia, Jepang dan Australia, serta Australia dan Indonesia.
Meski demikian, pengerahan tiga helikopter ke Kalimantan secara khusus merupakan respons Jepang terhadap permintaan Pemerintah Indonesia untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan yang berdampak parah di wilayah tersebut.




