KUPANG –Â Ardi Abiyata Saekoko (15) rela putus sekolah hingga kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dan lebih memilih bekerja untuk dapat meringankan biaya orangtuanya dalam menghidupin adik-adiknya.
Awalnya, remaja berusia 15 tahun asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur itu merantau ke Kupang den menjual kue milik tetangga selama dua tahun. Dari hasil jualan itu, ia memperoleh uang Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per hari.
Hasil kerjanya tersebut ia tabunug untuk membeli peralatan sol sepatu hingga akhirnya ia menekuni usaha sebagai seorang tukang sol sepatu keliling.
“Tarif sol sepatu yang saya pasang cukup murah, yakni Rp 15 ribu per pasang baik sepatu wanita atau pria. Kalau rajin jalan, bisa dapat Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari,” tuturnya, seperti diberitakan Liputan6.com, Selasa (28/2/2017).
Hasil jerih payahnya dengan berjalan kaki dipakai untuk membantu biaya pendidikan dua adiknya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD), dan sisanya ia tabung.
Meski ia rela putus sekolah, tapi ia mengaku masih merindukan masa-masa saat masih menuntut ilmu tetapi kenyataan hiduplah yang mengubah segalanya. Maka itu, ia selalu berpesan kepada adik-adiknya untuk tekun belajar agar meraih sukses di masa mendatang.




