Bantu Palestina, Indonesia Ingatkan Australia Terkait Pemindahan Kedutaan ke Yerusalem

Ilustrasi Menlu RI Retno Marsudi berbincang dengan Menlu Palestina Riad Al Maliki saat melakukan pertemuan Desember 2015 lalu/Foto Antara

JAKARTA – Palestina kecewa terhadap Australia yang mengumumkan akan mempertimbangkan memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem.

“Kami kecewa dengan mendengar berita semacam itu. Australia jelas tidak menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, Selasa (16/10/2018), saat mengunjungi Jakarta.

Al-Maliki memperingatkan Australia mempertaruhkan perdagangan dan hubungan bisnisnya dengan dunia, terutama negara-negara Arab dan Muslim.

“Saya berharap Australia akan mempertimbangkan kembali rencananya sebelum mengambil tindakan seperti itu,” katanya, dikutip Anadolu.

Al-Maliki juga memuji para pemimpin Indonesia karena segera menghubungi Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk memprotes gagasan tersebut.

“Komunikasi antara pejabat Indonesia dan Australia sangat membantu mengingatkan Australia bahwa langkah ini tidak pantas dan melanggar hukum internasional,” katanya.

Sementara itu Presiden  Joko Widodo telah berbicara dengan perdana menteri Australia karena ini adalah masalah yang penting dan serius bagi Indonesia,  sebagaimana diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi juga berbicara dengan mitranya dari Australia dan Morrison.

“Indonesia terus mendukung solusi dua negara,” Marsudi mengatakan pada konferensi pers bersama bersama al-Maliki.

“Kami berharap Australia juga akan menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB, mendukung proses perdamaian Palestina-Israel, dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat membahayakan stabilitas dunia,” tambahnya.

Dia menekankan bahwa solusi dua negara adalah prinsip dasar yang harus dipertahankan untuk mencapai perdamaian Israel-Palestina.

Advertisement