BALI – Menjadi tempat favorit wisatawan asing termasuk Singapura, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menerapkan sembilan langkah antisipasi virus zika.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengungkapkan pihaknya menerapkan langkah pencegahan meski hingga kini belum ditemui ada laporan warga atau wisatawan di Bali yang terpapar zika, “Kemungkinan Bali terpapar zika pasti ada, namun sejauh ini belum ada laporan,” kata Suarjaya, Jumat (2/9/2016), dikutip dari Republika.
Deteksi dini, seperti pemeriksaan lengkap bagi orang yang suhu tubuhnya tinggi di atas 36 derajat Celcius telah disiapkan, termasuk koordinasi dengan Kantor Kesehatan Bandara dan Rumah Sakit Sanglah dalam penyediaan ruang isolasi dan penanganan cepat jika ada yang terindikasi virus ini.
Adapun sembilan langkah yang dilakukan diantaranya pertama, memasang alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai pintu masuk utama wisatawan Singapura ke Bali. Kedua, membagikan health alert card, khusus untuk penumpang dari Singapura melalui petugas otoritas bandara.
Ketiga, meningkatkan informasi dan edukasi terkait zika lewat berbagai media di level puskesmas, dinas kesehatan kabupaten, dan dinas kesehatan kota. Keempat, masyarakat diharapkan tidak panik karena pemerintah daerah melalui dinas kesehatannya akan meningkatkan sosialisasi dibantu lembaga pemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.
Kelima, melakukan fogging, serta abatisasi untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor pembawa virus. Keenam, institusi terkait diwajibkan menghitung logistik sarana prasarana untuk tetap siap siaga menghadapi risiko zika, seperti ketersediaan obat-obatan, HAC, mesin fogging, insektisida, dan alat kesehatan lainnya.
Ketujuh, puskesmas, klinik, dan rumah sakit diwajibkan melapor kepada pihak Rumah Sakit Sanglah jika menemukan pasien yang diduga terinfeksi virus zika. Kedelapan, seluruh laboratorium berkoordinasi jika dilakukan pengambilan dan pengiriman sampel pasien yang diduga terinfeksi zika. Terakhir, yang kesembilan, koordinasi efektif melalui grup chatting, seperti whatsapp di antara petugas kesehatan.


![[003207]](https://www.kbknews.id/wp-content/uploads/2016/09/003207.jpg)


