WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menunda sebuah keputusan mengenai negara tersebut akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS di sana.
Dilansir AFP, Selasa (5/12/2017), Gedung Putih mengatakan Trump akan melewatkan tenggat waktu untuk memutuskan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, setelah mendapat peringatan 48 jam dari sekutu dan para pemimpin dunia yang meneleponnya secara pribadi.
Diketahui, status Yerusalem adalah isu utama dalam konflik Israel-Palestina, baik dengan Israel maupun Palestina mengklaim kota ini sebagai ibukota mereka.
Dengan keputusan Trump yang mengejutkan ingin memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dari Tel Aviv, para pemimpin dari seluruh Timur Tengah dan di tempat lain menggelar peringatan publik terhadap perubahan dalam kebijakan AS yang telah berusia puluhan tahun.
Presiden Prancis Emmanuel Macron termasuk di antara mereka yang memperingatkan Trump bahwa status Yerusalem harus diputuskan “dalam kerangka negosiasi antara Israel dan Palestina.”





