ACEH – Pencarian dan penyelamatan korban gempa Pidie Jaya, Aceh telah dihentikan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan kini pihak-pihak terkait akan fokus pada pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak akibat gempa.
“Pencarian dan Penyelamatan kemarin Basarnas telah memutuskan untuk menghentikan proses pencarian dan penyelamatan, dengan catatan 101 korban meninggal dunia,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, di Pidie Jaya, seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (13/12/2016).
Kini pihaknya juga akan melakukan pengumpulan data yang valid dan proses rehabilitasi.
“Hampir 100.000 jiwa pengungsi. Data ini yang harus dikoreksi. Kami akan mengambil sikap penanganan selanjutnya untuk menghindari lonjakan pengungsi. Langkah penyaluran logistik langsung ke desa masing=masing sesuai dengan jiwa dari KK,” kata Willem.
Selain itu pembuatan database akan dilakukan agar memudahkan menyelesaikan pekerjaan dan pemberian bantuan. Bantuan sebesar Rp 40 juta direncanakan diberikan kepada korban yang rumahnya rusak total, dan Rp 20 juta untuk rumah rusak dan masih bisa diperbaiki.





