Belajar di PBM Azzahra Dompet Dhuafa, Aldi Berharap Bisa Kejar Beasiswa ke Timur Tengah

LAMPUNG UTARA – Pusat Belajar Mengaji (PBM) Azzahra Dompet Dhuafa yang memberikan pendidikan agama Islam secara gratis untuk masyarakat luas di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat disana.

Misalnya bagi Lyvia (13) dan sang kakak Muhammad Aldhi Saputra (16) yang hanya tinggal bersama Kakek dan Neneknya, karena orangtua mereka berpisah sudah sejak lama.

Sang kakek, Junaidi dan istri Nurhayati yang sudah lanjut usia membimbing sang cucu yang masih membutuhkan kasih sayang dimasa-masa tumbuh kembangnya. Junaidi dan istrinya  berharap kedua cucunya ini memiliki bekal agama yang cukup dan selalu menjaga Shalat setiap hari. Terkhusus Aldhi, sang kakek sangat berharap bisa melihat dirinya menjadi khatib dan menjadi imam di masjid.

“Saya tidak ingin muluk-muluk, saya juga sudah tua. Inginnya saya hanya bisa melihat cucu saya ini yang laki-laki (Aldhi) bisa menjadi imam dan khatib di masjid menggantikan saya. Mungkin untuk Lyvia saya hanya ingin dia bisa menjaga Shalat tepat waktu, ya namanya anak-anak dulu kalau subuh masih suka sulit disuruh Shalat,” sambung Junaidi.

Harapan besar sang kakek seperti mendapatkan Ridha Allah SWT, karena Aldhi yang ingin mewujudkan harapan sang kakek tanpa banyak pertimbangan langsung bergabung untuk menjadi santri di PBM Azzahra Dompet Dhuafa.

“Sangat bermanfaat, jelas kehadiran PBM Azzahra ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak usah jauh-jauh, saya melihat dari perubahan cucu saya yang semakin rajin Shalat dan si Aldhi sudah berani tampil untuk menjadi khatib. Lyvia yang malas dan Aldhi yang penakut sudah saya tidak lihat lagi,” pungkas Junaidi.

Sang adik yang tidak mau ketinggalan juga menjadi salah satu murid yang belajar di PBM Azzahra Dompet Dhuafa. Berhubung pembangunan PMB Azzahra yang terus berjalan seperti Masjid Azzahra dan asrama bagi santri perempuan, Lyvia harus bersabar untuk menjadi santri yang bermukim di sana. Hal itu tidak menyurutkan semangat Lyvia untuk terus mengejar cita-citanya menjadi seorang ustazah, dirinya setiap hari datang ke PBM Azzahra Dompet Dhuafa ditemani sang kakek sepulang berkebun.

“Nanti kalau sudah dijadi asramanya, Lyvia mau coba mondok juga seperti abang dan bisa bertemu sama teman-teman. Tapi karena baru ada untuk laki-laki jadi Lyvia ngajinya pulang pergi diantar ayah (Junaidi),” tutur Lyvia, dikutip dompetdhuafa.org.

Aldhi bahkan bercita-cita ingin melanjutkan pendidikan di Timur Tengah untuk lebih memperdalam tentang ajaran Islam. Lahirnya PBM Azzahra Dompet Dhuafa menjadi tonggak penting bangkitnya kembali harapan Lyvia dan Aldhi untuk terus menggapai cita-cita mulia yang mereka miliki.

“Hanya satu hal yang membuat saya terus semangat untuk belajar dan belajar di sini kak, saya ingin memperlihatkan pada banyak orang kalau saya yang besar tanpa kedua orang tua mampu berprestasi dan membanggakan. Setelah lulus dari sini saya ingin mengejar beasiswa ke Timur Tengah kak, doakan ya,” ungkap Aldhi di PBM Azzahra Dompet Dhuafa.

Advertisement