Belasan Desa di Garut Dilanda Banjir dan Longsor

Ilustrasi Longsor di Garut Kamis (2/12/2020)/ Antara

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama pada Sabtu (28/6) menyebabkan bencana alam tanah longsor dan banjir di sejumlah kecamatan di Garut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan data sementara yang dilaporkan ke BPBD Garut, yakni bencana alam longsor dan banjir terjadi di 14 desa tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Cilawu, Garut Kota, Sucinaraja, Tarogong Kidul, Sukaresmi, Banyuresmi, dan Karangpawitan.

Rumah yang terdampak, kata dia, tercatat sebanyak 312 unit, satu unit rumah rusak berat dan paling banyak rumah terendam banjir di Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Ini data sementara, nanti pada rapat koordinasi kepastiannya,” kata Aah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan sesuai perintah dari Bupati dan Wakil Bupati Garut, pihaknya sudah mengerahkan jajaran dinasnya untuk melakukan upaya membantu menanggulangi daerah yang terdampak bencana alam.

Pemkab Garut, kata dia, saat ini belum dapat menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana alam yang melanda daerah itu. Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan rapat untuk memutuskan status bencana.

“Akan melakukan teknis kaji cepat terkait kondisi di lapangan, apakah ini masuk dengan konteks format tanggap darurat,” katanya, dilansir Antara.

Daerah yang terdampak bencana banjir, yakni sejumlah pemukiman warga dan kegiatan usaha ternak di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here