Belasan Sapi di Kupang Mati Tersambar Petir

Ilustrasi

KUPANG – Sebanyak 13 ekor sapi mati akibat tersambar petir pada Kamis (5/12/2019) di Desa Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 15.00 WITA, diperkirakan mencapai sekitar Rp98 juta.

Camat Kupang Barat Yusak A Ullin mengatakan  kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp98 jutaan.

Para pemilik sapi yang merugi tersebut antara lain Junus Mimfini, Daud Tosi, Yakob Apaut, Bincar Susang, Lukas Saketu dan Ance Apaut. “Mereka sebenarnya adalah warga dari Desa Nitneo, tetangganya Desa Bolok,” katanya.

Junus Mimfini merugi sebesar Rp21 juta karena dua ekor sapinya tewas yakni sapi betina dan jantan. Sementara Daud Tosi juga mengaku dua ekor sapi jantannya ikut tersambar petir dan mati terus kerugian yang dideritanya mencapai Rp7 juta.

Kemudian, Bincar Susang juga mengaku merugi sebanyak Rp21 juta untuk dua ekor sapi betina dan satu ekor sapi jantan, sementara itu Lukas Saketu mengaku rugi sekitar Rp14 juta akibat tiga ekor sapi betina ikut tewas tersambar petir. Sementara itu Ance Apaut juga mengalami kerugian sebesar Rp7 juta akibat satu ekor sapi betinanya juga ikut tewas.

Kadis Peternakan NTT Dany Suhadi ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa ternak sapi yang tewas tersambar petir itu sebenarnya sudah sering terjadi, tetapi memang baru kali ini terjadi di daerah itu.

“Kalau sapi berada di daerah terbuka saat hujan dan petir bisa saja terjadi. Dan kejadian ini sebenarnya sedah biasa, di NTT mungkin baru pertama kali terjadi di Desa Bolok, Kupang Barat itu,” demikian Dany Suhadi, dikutip Antara.

Advertisement