Belasan Titik Panas Mulai Bermunculan di Provinsi Riau

Ilustrasi Api berkobar membakar lahan warga di Kota Dumai, Riau, Senin (3/3). Kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi di Riau, kini telah mencapai luas sekitar 7.972 hektare dan asapnya mulai mencapai Singapura. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ed/Spt/14.

RIAU-Titik api di Provinsi Riau mulai bermunculan setelah dalam beberapa hari ini sempat nihil.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, 14 titik panas muncul di Provinsi Riau
“Titik panas pagi ini di Sumatera terdeteksi satelit bertahan sejak kemarin atau Ahad (4/9) sore 31 titik, 14 titik di antaranya berada di Riau,” papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi seperti dilansir Elshinta, Senin (5/9).

Padahal, lanjutnya, kemarin sore atau malam tadi, terpantau hujan turun pada sebagian wilayah di Provinsi Riau dengan intensitas ringan hingga sedang seperti Pangkalan Kerinci dan sekitarnya di Pelalawan 40 milimeter (mm).

Lalu Selat Panjang di Kepulauan Meranti terpantau 19 mm, Bangkinang di Kampar 14,9 mm, Dumai 15 mm, Koto Kampar di Kampar 9,2 mm, Rengat di Indragiri Hulu 8,3 mm dan Pekanbaru 3,2 mm.

Untuk jarak pandang berbagai darah di Riau seperti Pelalawan pagi ini terpantau empat kilometer (km) dengan potensi hujan dan petir, di Dumai lima km dengan kondisi udara kabur, di Rengat lima km dengan potensi hujan dan Pekanbaru 10 km.

Slamet melanjutkan, 14 titik panas di Riau itu tersebar di tujuh kabupaten, yakni Rokan Hulu lima titik, Pelalawan dua titik, Bengkalis Kampar, Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

Dari jumlah total titik panas tersebut, ucapnya, terdapat dua daerah terdeteksi oleh satelit empat titik api karena memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen atau berpotensi karlahut.

“Empat titik api tersebut berada di Rokan Hulu tiga titik dengan masing-masing di Rambah, Rokan IV Koto dan Tambusai. Satu titik lagi berada di Bengkalis tepatnya di Bantan,” ucapnya

Ke-31 titik panas terdeteksi satelit berada di Pulau Sumatera, terpantau terdapat pada lima provinsi selain di Riau dengan jumlah 14 titik panas.

“Yakni Lampung terpantau enam titik, Sumatera Barat lima titik, Sumatera Selatan tiga titik, Sumatera Utara dua titik dan Bangka Belitung satu titik,” beber Slamet.

Advertisement