Belasan Ton Bawang Merah Hasil Panen Warga Bima Rusak karena Banjir

Petani memilih bawang merah yang mungkin masih bisa dijual, setelah banjir merendam Desa Sakuru di Bima. Foto: Suara NTB

BIMA – Belasan ton bawang merah yang baru panen di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Bima, rusak akibat banjir yang menggenangi desa setempat, Jumat, 24 Maret 2017 sore sekitar pukul 17. 00 wita.

Kepala Desa Sakuru, Drs. Supratman kepada Suara NTB mengatakan, hujan deras tersebut telah membuat banjir setinggi paha orang dewasa dan menggenangi beberapa rumah warga.

“Meski genangan air sebentar dan hanya terjadi di dua RT. Namun berdampak luas, terutama hasil pertanian warga,” katanya, Sabtu, 25 Maret 2017.

Dia mengaku, hasil pertanian salah satunya bawang merah yang baru beberapa hari dipanen mencapai belasan ton rusak parah. Bawang merah super tersebut terpaksa dibuang karena tidak laku dijual.

“Tapi ada juga yang berhasil diselamatkan dan dijemur oleh petani,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan secara detail jumlah kerugian yang dialami oleh petani, karena masih melakukan pendataan untuk dilaporkan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas terkait.

“Dengan harapan pemerintah dapat membantu para petani yang terkena dampak banjir,” katanya.
SuaraNTB menginformasikan tanaman bawang merah dan padi yang berada di So Jati, So Nisamboha, So La Pingga, So Tolomango dan So Lawau, juga dikhawatirkan terancam gagal panen, karena juga ikut terendam banjir.

Advertisement