Belasan Warga Kulon Progo Positif Antraks

Ilustrasi/ asstatic.com

KULON PROGO – Usai memerikasankan diri ke Puskesmas,  16 orang di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) positif terjangkit penyakit antraks.

Sebanyak 16 penderita antraks tersebut menurut Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Bambang Haryatno tercatat sejak November 2016 hingga akhir tahun, dimana belasan orang dari Dusun Ngroto, Ngaglik, dan Penggung, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo memeriksakan diri ke Puskesmas Girimulyo II.

Melihat banyak pasien dengan gejala yang sama, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mendatangkan tim dokter kulit dari RSUP Dr Sardjito untuk mendalami penyakit ini.

“Gejalanya kulit melepuh, merah, kering dan menghitam. Kebetulan semuanya terkena di kulit. Awalnya dideteksi karena tomcat,” ujar Bambang.

Setelah mendapatkan penanganan lebih lanjut, 12 pasien di antaranya berhasil disembuhkan. Namun pada awal Januari 2017, diputuskan untuk kembali mengambil sample dari empat pasien yang tersisa. Dari sampel itu, diketahui salah satu dari pasien positif antraks.

“Dari situ kami bersama Dinas Pertanian akhirnya turun ke lapangan, dan betul ada hewan sakit disembelih dan dimakan bersama-sama,” jelasnya.

Bambang mengatakan, 12 orang sebelumnya yang sudah dinyatakan sembuh juga terindikasi antraks. Sebab gejala yang timbul sama dengan empat pasien. Dilihat dari sisi gejala itu, maka total ada 16 orang yang terindikasi antraks.

“Kalau dilihat dari gejalanya seperti itu, (total) ada 16 orang. Kalau di kulit bisa cenderung mudah disembuhkan dengan obat dari puskesmas,” katanya.

Namun saat ini 16 orang tersebut dalam kondisi baik. Karena penyakit tersebut baru menyerang kulit. “Semuanya sudah dalam kondisi baik,” ujarnya, seperti dilansir liputan6.com, Kamis (19/1/2017).

Advertisement