JAKARTA, KBKNEWS.id – Kondisi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang semakin memprihatinkan.
Hingga Selasa (2/12), sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan apa pun sejak bencana melanda.
Irwan, jurnalis Transmedia yang juga menjadi korban banjir, mengatakan dirinya dan warga lain sudah empat hari tidak mendapatkan pasokan makanan. Ia menyebut situasi di lapangan sangat darurat, baik dari sisi pangan maupun air bersih.
“Sudah 3–4 hari kami tidak makan. Bantuan belum ada yang sampai ke sini, bahkan satu pun tidak,” ujar Irwan, dilansir CNN Indonesia TV.
Menurutnya, warga terpaksa mencari sisa makanan yang terbawa arus banjir. Makanan instan yang telah basah dikumpulkan, dipanaskan, lalu dimakan untuk mengurangi rasa lapar.
Krisis air bersih juga makin menyulitkan keadaan. Ia menyampaikan bahwa banyak keluarga terpaksa mengambil air dari genangan banjir, kemudian direbus untuk dijadikan air minum.
“Kami kehausan. Untuk bertahan, kami mengambil air banjir, kami rebus, dan itu yang kami minum bersama keluarga,” jelasnya.
Irwan menuturkan bahwa beberapa hari sebelumnya masih ada minimarket yang dapat beroperasi, tetapi stok yang tersedia kini telah habis. Hingga saat ini, bantuan dari pemerintah daerah disebut belum terlihat.
Ia mengatakan Kapolda Aceh sempat meninjau lokasi bencana sambil membawa bantuan, namun banyak warga tidak kebagian karena wilayah terdampak sangat luas.
Situasi ini menambah panjang daftar wilayah di Aceh yang mengalami kekurangan logistik akibat banjir dan longsor beruntun dalam beberapa hari terakhir.
Sementara dari video yang diunggah kompas.com melalui laman instagramnya, seorang ibu juga mengatakan jika dirinya terpaksa menyaring air hujan di tanah untuk dikonsumsi bahkan untuk bayinya.
Dua orang Ibu juga tampak melambaikan tangan meminta bantuan, “Obat-obatan tolong, anak kami sakit,” teriak mereka.





