SUKABUMI -Bencana pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, membahayakan keselamatan 133 keluarga atas 540 jiwa.
Bencana tersebut semakin meluas karena sebelumnya, hanya mengancam 111 keluarga atau 455 jiwa. Sebagian rumah warga yang tersebar di tujuh Kampung di Desa Bantarkalong, ambruk dan rusak berat.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan walaupun tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tapi pergerakan tanah kini mengancam warga di Kampung Cibandi, Ciawi, Legok Nyenang,Pasirgerong, Bojonghaur, Citiis dan Kampung Pasirjambu.
“Pergerakan semakin mencemaskan dan mengancam warga,” katanya.
Dalam tempo singkat pergerakan kini mengancam pemukiman warga di tujuh kampung. Padahal sebelumnya hanya mengancam dan meruspak rumah warga di tiga kampung saja.
Ia mengatakan, pergerakan tanah kini menyebabkan 27 unit rumah warga rusak berat, 55 unit rumah warga rusak ringan dan 10 unit lainnya dalam kondisi rusat sedang. “Tapi 22 unit rumah warga lainnya, kini terancam ambruk akibat intensitas pergerakan tanahcenderung meningkat,” katanya, dilansir PR, Jumat (24/2/2017).





