Bentrokan di Ethiopia, Ratusan Orang Tewas

Ilustrasi/ Reuters

ETHIOPIA – Bentrokan demonstran dengan aparat keamanan akhir pekan lalu di Ethiopia telah mencatat banyaknya korban tewas yakni hampir 100 orang, seperti diungkapkan Organisasi Amnesti Internasional.

Adapun wilayah yang paling mencekam dan mematikan yakni di Bahir Dar, yang telah menewaskan 30 orang. Sedangkan 67 jiwa tewas ketika pasukan keamanan menembakkan peluru kepada para demonstran yang melakukan aksi damai di berbagai kota di wilayah etnis Oromo selama akhir pekan lalu.

Aksi para demonstran pecah saat masyarakat di daerah etnis Oromo dan Amhara mengeluh tentang marginalisasi politik dan ekonomi. Atas hal ini, Pemerintah menyalahkanpihak asing dan aktivis media sosial.

”Menurut pihak berwenang demonstran menghancurkan pemerintah dan milik swasta dan menimbulkan kematian pada warga yang tidak bersalah, namun penangkapan telah dilakukan pada para provokator yang memicu kekerasan terjadi,” demikian BBC mengutip laporan radio FBC, Selasa (9/8).

Beberapa bulan belakangan kerusuhan tidak pernah terjadi. Kerusuhan ini dipicu saat November lalu ditentukan perencanaan memperluas ibu kota ke Oromia. Hal ini menyebabkan para petani dari kelompok etnis Oromo yang terbesar di Ethiopia merasa ketakutan karena mereka akan mengungsi.

Meskipun rencana perluasan akhirnya dihentikan, namun protes terus terjadi dan menyoroti isu-isu seperti marjinalisasi dan hak asasi manusia. Organisasi yang berbasis di New York Human Rights Watch mengatakan bahwa lebih dari 400 orang telah tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan sejak protes dimulai. Namun, Pemerintah Ethiopia membantah angka ini.

Advertisement